Reaksi Eksoterem, Reaksi Endoterem, dan Perubahan Entalpi

By | December 25, 2015

Reaksi eksoterm adalah reaksi yang disertai perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan. Pada reaksi eksoterm ini akan membebaskan ener-gi sehingga entalpi sistem akan berkurang dan perubahan entalpinya (∆H) akan bertanda negatif. Sedang pada lingkungan akan menerima kalor sehingga terasa panas. Contoh reaksi eksoterm adalah pem-bakaran. Contoh yang lain misalnya reaksi antara batu gamping (CaO) dengan air (H2O) yang akan menghasilkan air kapur (Ca(OH)2) dan panas.
Reaksi: CaO(s) + H2O(l) ⎯→ Ca(OH)2(aq) + panas

Reaksi endoterm adalah reaksi yang berlangsung di mana ada per-pindahan kalor dari lingkungan ke sistem. Pada reaksi endoterm ini diserap sejumlah energi pada sistem sehingga entalpi sistem akan bertambah dan perubahan entalpinya akan bertanda positif (∆H > 0). Karena lingkungan mengalami pengurangan kalor sehingga suhu lingkungan akan turun dan terasa dingin. Contoh reaksi endoterm adalah reaksi antara Barium hidroksida (Ba(OH)2) dan kristal Amonium klorida (NH4Cl) dengan beberapa tetes air.
Reaksi: Ba(OH)2(s)+ 2NH4Cl(s) ⎯→ BaCl2(aq) + 2NH3(g)+ 2H2O(l)
Jika reaksi di atas dilakukan pada tabung reaksi maka tangan kita dapat merasakan dinginnya tabung tersebut, karena sistem menyerap kalor dari lingkungan (tangan).

Perubahan entalpi reaksi yang diukur pada suhu 298 K dan tekanan 1 atm disepakati sebagai perubahan entalpi standar yang dinyatakan dengan simbol ∆Ho. Satuan yang sering digunakan adalah
– kalori (kal) atau kilokalori (kkal)
– joule (J) atau kilojoule (kJ)
– 1 kalori = 4,2 joule
– 1 joule = 0,24 kalori
– 1 kilokalori = 1000 kalori
– 1 kilojoule = 1000 joule

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *